Selamat Datang : Suatu Pengantar


Muhammad Fawwaz Rifasya* | Yogyakarta, Indonesia

 

Rakerwil IV Himapol DIY- Jawa Tengah

 

Selamat datang para pembaca.

Dengan ini anda secara resmi sedang menghadapi seseorang yang ingin menjadi penulis. Seseorang yang ingin menginspirasi melalui tulisan dan perbuatan. Seseorang yang ingin bermanfaat untuk orang-orang terdekat dan masyarakat luas.

Seseorang yang bermimpi dengan tulisannya dapat membuat bangga dan bahagia orang-orang di sekitar. Seseorang yang selalu berkhayal tulisannya dapat mengubah dunia. Seseorang yang memiliki visi besar dengan misi abstrak. Seseorang yang sangat berharap tulisannya dapat mengantarkannya, orang-orang di sekitarnya hingga para pembacanya ke surga. Kosmos indah nihilnya malapetaka. Mandala dikara tempat penjamin terwujudnya acan.

Naas, baru kali ini dia berani mem-publish tulisannya. Naas, baru kali ini dia berani mengimplementasikan mimpinya. Naas, dia baru sadar untuk mewujudkan asa perlu sebuah perjuangan. Naas.

Akhirnya aksara sudah mulai mencoba merepresentasikan pemikran-pemikiran. Aksara terus mengasah dirinya dalam ruang dialektika pribadi. Ruang yang dituntut adil pertama sebelum perkataan dan perbuatan menjelaskannya.

Rasa takut tak pernah bosan datang. Takut tak relevan. Takut tak ilmiah. Takut tak berdasar. Takut asumtif. Takut tak bisa memuaskan hasrat intelektual pembaca. Takut tak dimengerti. Takut media ini hanya sebagai curahan pribadi dan manfaat tak tersebar.

Jika hanya fokus pada rasa takut, kapan saya adil memberikan jatah keberanian untuk muncul dan tampil?

Apresiasi penampilan hadir berbanding lurus dengan degup jantung penuh harapan dan sesalan. Sudahlah, itu hal wajar dalam dunia pertunjukkan. Toh kritikan tersebut bentuk sayang audience terhadap performer.

Bung dan Zus sekalian, selamat datang. Bung dan Zus sekalian, beri ruang untuk mengakhiri performa paranoid dalam diri. Bung dan Zus, inilah arenanya salah berada dan benar terus diperjuangkan. Bung dan Zus, telah kuresmikan ruang ini untuk belajar dan berjuang – berempati dan mengasihi. Bung dan Zus, ajari dan tempa segera.

Selamat datang para pembaca.

 

*Penulis merupakan mahasiswa Departemen Politik dan Pemerintahan 2016

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *