Kenali Netiquette Sebelum Berinternet ! 2


Muhammad Fawwaz Rifasya* | Bandung, Indonesia
Kenali Netiquette Sebelum Berinternet

Netiquette lahir beriringan dengan hadirnya Internet sebagai penanding dunia nyata. Dalam dunia maya, etika pun diperlukan karena orang tetap akan menilai kita walau tidak dengan tatap muka secara langsung. Di dunia nyata, manusia membutuhkan manusia lainnya untuk hidup – begitupun dalam dunia maya. Dalam dunia maya, manusia akan saling membutuhkan satu sama lain – baik hanya dalam hal komunikasi, mengakses konten, mengekspresikan emosi dan pikiran, berkarya, mengapresiasi karya dan lain sebagainya.

Netiquette muncul karena perlu adanya penyesuaian/adaptasi gaya komunikasi di medium maya. Berkomunikasi di Internet membutuhkan tata cara tersendiri yang akan terus berkembang berbanding lurus dengan perkembangan internet dan teknologi. Netiquette kian diperlukan pada zaman ini karena sekat antara dunia nyata dan maya kian sulit untuk dilihat. Pemerintahan hingga bisnis sekarang telah bekerja dengan mengoptimalkan hadirnya Internet – fenomena ini mengindikasikan bahwa netiquette kian menjadi perhatian serius karena dunia maya bukan sekedar dunia tempat bermain dan senda gurau.

Adaptasi gaya komunikasi di medium baru ini pun menegaskan bahwa perlu ada adaptasi dari etika dalam dunia nyata dengan dunia maya. Dunia yang biasa kita jalani dengan ucapan dan pendengaran, kini beralih menuju dunia teks dan penglihatan – tanpa menafikan perkembangan telekomunikasi kini yang telah dan terus berkembang mulai dari telepon, videocall hingga hologram.

Dalam dunia maya terkadang intonasi, isyarat, tempat, hingga emosi sangat sulit untuk ditebak dari lawan komunikasi kita. Perbedaan tempat, waktu, hingga emosi penerima dan pengirim terkadang menimbulkan mispersepsi di antara keduanya. Adaptasi-adaptasi ini biasanya dinilai sepele namun sebenarnya menentukan bagaimana kita dipandang oleh orang lain[1]. Bukan diartikan sebagai bertopeng dua – harus terlihat baik di mata orang lain, namun adaptasi etika diperlukan karena memang nilai baik yang berlaku dalam masyarakat tersebut kian universal dan pada hakikatnya kita memerlukan orang lain untuk hidup.


 

Selain dari infografis yang ditampilkan, pembaca dapat mempelajari dan mengeksplorasi mengenai Netiquette di website lain atau referensi lainnya. Berikut terlampir salah satu referensi untuk mempelajari Netiquette lebih lanjut : netiquette

Karena ilmu itu harus amaliah, yakni diamalkan dan didiseminasikan – mari ikut mengampanyekan dan turut memviralkan Netiquette ini ke rekan dan kerabat terdekat pembaca. Pembaca dapat membantu campaign Netiquette dengan menggunakan twibbon yang bisa diunduh di link berikut ini : ugm.id/asiknetiket – dan jangan lupa bubuhi hashtag #NetizenBeretika #KenaliNetiquette #SP2KM2017 #SP2KMinAction di social media pembaca.


Twibbon Netiquette SP2KM Campaign

Hai Netizen! Saya Muhammad Fawwaz Rifasya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM
adalah bagian dari SP2KM 2017 yang mendukung diimplementasikannya Netiquette dalam berinternet

 

 

 

 

 

[1] Saefurrohman, 2008. Apa dan Bagaimana dengan Netiket. Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK, Volume XIII, pp. 27-41

*Penulis merupakan mahasiswa Departemen Politik dan Pemerintahan, FISIPOL UGM 2016 dan peserta Sahabat Percepatan Peningkatan Kepemimpinan Mahasiswa UGM 2017


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Kenali Netiquette Sebelum Berinternet !