Terimakasih Ramadhan di Fisipol 1438 H !


Muhammad Fawwaz Rifasya* | Cimahi, Indonesia

Koordinator Umum RDF memimpin forum evaluasi panitia.

Koordinator Umum Ramadhan di Fisipol 1438 H memimpin forum evaluasi panitia – Captured by Rama Shidqi

Ramadhan di Fisipol 1438 Hijriah merupakan rangkaian event yang merupakan program dari Jamaah Muslim Fisipol untuk memeriahkan dan memfasilitasi kegiatan di bulan suci Ramadhan. Terdapat sepuluh rangkaian event yang telah dilaksanakan diantaranya yakni Tarhib Ramadhan, Screening Film, Kajian, Bedah Buku, Tabligh Akbar hingga Fisipol Bershalawat. Ramadhan di Fisipol 1438 H ini membawa tema “Al-Kautsar” yang memiliki dua artian yakni nikmat yang banyak dan akronim  “Ayo Lari, Kobarkan Api Ukhuwah Tebarkan Sampai Akhir Ramadhan”.

 

Assalamu’alaikum Wa rahmatullah Wa barakatuh

Alhamdulillahi rabbil’aalamiin.

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.

Nahmaduhu wanasta’inu wanastaghfiruhu wana’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyiaati a’maalina.

Kita panjatkan segalapuji kepada-Nya dan kita mohon pertolongan-Nya. Seraya kita mohon ampun dan perlindungan-Nya dari segala keburukan jiwa dan kejelekan amaliah kita.

Man yahdihillahu falaa mudhillalahu waman yudhlilhu falaa haadiyalahu.

Barang siapa telah Allah berikan petunjuk jalan baginya, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Allah sesatkan jalannya, maka tidak ada yang bisa memberikan petunjuk.

Allahumma sholli wasallim ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi washohbihi ajmain amma ba’du

Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam bagi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.

|

Ramadhan, bulan yang penuh rahmat dan keberkahan telah kita lalui bersama. Bulan yang teduh, ramah dan bersahabat untuk memohon ampunan atas kekhilfan jiwa dan lalainya amaliah kita pada bulan sebelumnya. Bulan di mana Allah sang Rabbul ‘Alamin melipatgandakan amal-amal kebaikan.

Suatu kebanggaan ketika kita dipertemukan untuk saling bahu membahu, bantu membantu, bersinergi bersama untuk mengiringi, memfasilitasi, meramaikan, memeriahkan dan memuliakan di bulan Ramadhan yang sangat kita rindukan ini. 1438 Hijriah menjadi saksi bahwa Ramadhan merupakan momentum pemersatu ukhuwah yang dilandaskan oleh iman dan dilandaskan atas kesadaran sesama manusia yakni sebagai Bani Adam. Api ukhuwah yang telah berkobar ini yang menjadikan momen Ramadhan di Fisipol ini berkesan dan menjadikan pengingat bagi kita untuk mempertahankan dan menjauhkannya dari keredupan.

Aksara yang terkumpul ini saya haturkan kepada seluruh individu yang terlibat dalam meramaikan hingga menyukseskan Ramadhan di Fisipol 1438 Hijriah. Ucapan terimakasih memang terlalu sederhana untuk menggambarkan ekspresi hati ini yang sangat bersyukur atas kesediaan dan semua hal yang dilakukan teman-teman dalam menyukseskan Ramadhan di Fisipol tahun ini. Namun mohon dimaklumi atas kesedarhaan ucapan ini, karena saya selaku pribadi tak dapat memberikan lebih selain kata “Terimakasih”.

Terimakasih saya haturkan kepada seluruh panitia Ramadhan di Fisipol yang sudah mengorbankan banyak hal dalam menyukseskan event Ramadhan tahun ini, mulai dari sumbangsih tenaga hingga waktu yang terkuras. Waktu Ujian Akhir Semester hingga waktu untuk bermesraan dengan Sang Khalik pun harus teman-teman atur sedemikian rupa agar tetap dapat menjalankan amanah event yang diharapkan dapat memicu keshalehan kolektif panitia dan peserta acara.

Terimakasih pula saya haturkan kepada para donatur, dermawan hingga pihak sponsor yang telah menghidupkan dan memberikan energi kepada acara ini. Pihak-pihak tersebut berasal dari multi entitas, mulai dari civitas akademika Fisipol hingga masyarakat umum. Atas sumbangsih pihak-pihak tersebut, Ramadhan di Fisipol dapat terus berjalan lancar sesuai dengan target dan berkecukupan. Semoga materi dan usaha yang telah diberikan dihitung sebagai amalan di jalan-Nya dan diberikan balasan yang berlipat ganda baik di dunia maupun di akhirat kelak. Semoga dapat menjadi amal jariyah yang tidak akan terputus meski raga dan nyawa telah dipisahkan.

Terimakasih yang terakhir saya ucapkan untuk seluruh individu dan kelompok yang terlibat dalam rangkaian event yang telah dilaksanakan pada 17 Mei 2017 dan 29 Mei – 8 Juni 2017 baik selaku pengisi acara hingga peserta acara. Tanpa kontribusi dan kehadirannya, saya yakin acara ini tidak akan terselenggara dengan lancar dan tidak akan mendapatkan feedback membangun untuk diterapkan pada event Ramadhan di Fisipol di tahun-tahun selanjutnya.

Semoga hal-hal baik yang dimulai dari Ramadhan 1438 Hijriah ini dapat menjadi amalan yang kontinyu dan konsisten dilaksanakan. Semoga amalan dan ibadah yang dilaksanakan dapat diresapi pula esensinya sehingga amalan transenden dapat seimbang dengan amalan horizontal sesama manusia.

Akhir kata saya ucapkan, Taqabalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima amalku dan amal kita semua baik dari Ramadhan ini maupun seluruh dari amalan yang telah kita lakukan sepanjang hidup. Mohon maaf bila dalam persiapan, saat hingga pasca acara terdapat sikap, sifat, perilaku dan perkataan yang menggores, melukai hingga membekas di hati baik dari saya selaku pribadi maupun keseluruhan panitia Ramadhan di Fisipol 1438 H.

Terimakasih

Jazakumullah Khairan Katsiran wa Jazakumullah Ahsanal Jaza

Semoga Allah SWT akan membalas kalian dengan kebaikan yang banyak dan semoga Allah SWT akan membalas kalian dengan balasan yang terbaik.

 

Cimahi, 5 Juli 2017 Masehi – 10 Syawal 1438 Hijriah

Koordinator Umum Ramadhan di Fisipol 1438 H

Muhammad Fawwaz Rifasya


Bonus Track : Sedikit Cuplikan Memori Dakwah Ramadhan di Fisipol 1438 H

Seputar Acara

 

Sambutan Ramadhan : Tarhib Ramadhan di Fisipol

Acara ini diselenggarakan pada Rabu, 17 Mei 2017. Acara dalam rangka mengingatkan civitas akademika Fisipol dan menyambut bulan suci Ramadhan yang akan hadir 10 hari kemudian. Sayang sekali saya tidak dapat hadir secara fisik pada rangkaian event awal ini. Fitur Live Snapgram pada Instagram sangat membantu saya untuk tetap menyaksikan jalannya event awal ini meski 350 km jauhnya, yakni dari Unpad Training Center di Bandung. Keseruan penampilan dari Forum Musik Fisipol dan JMF Voice membuka acara dan mengundang massa untuk hadir. Nyanyian religi yang dibawakan mampu membawakan suasana Ramadhan di tengah-tengah Taman San Siro Fisipol. Penutupan acara menjadi puncak keseruan acara ini. Rampoe Tujalahe mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para hadirin yang ditemani dan dimanjakan oleh es Cendol yang dibagikan gratis oleh panitia.

Grand Opening Ramadhan di Fisipol 1438 H

Hari ke-3 Ramadhan 1438 H ini bertepatan dengan hari pertama Ujian Akhir Semester, namun hal tersebut tidak melunturkan antusias peserta Tabligh Akbar pada Grand Opening Ramadhan di Fisipol. Sebelum memasuki sesi Tabligh Akbar, acara diawali oleh penampilan-penampilan Forum Musik Fisipol dan Rampoe Tujalahe. Meskipun penampilannya tidak jauh berbeda dengan penampilan pada Tarhib Ramadhan, namun apresiasi audiens tetap tinggi terhadap penampilan yang dilakukan. Hal spesial pada momen ini yakni panitia Ramadhan di Fisipol bekerja sama dengan salah satu UKM Studi Kawasan, yakni Scanity yang berfokus pada studi kawan Skandinavia. Scanity menyediakan takjil ala Skandinavia untuk memperkenalkan suasana Ramadhan di kawasan negara-negara yang dikenal sejahtera tersebut.

Pemberian sertifikat terimakasih kepada pembicara Grand Opening, Ust Ardhy Surya Nugraha

Pemberian sertifikat terimakasih kepada pembicara Grand Opening, Ust Ardhy Surya Nugraha

Tabligh Akbar yang dilaksanakan setelah selesai sesi makan bersama ini bertemakan “Kita Pemuda yang Dirindu Surga” ini mendapatkan perhatian penuh para jamaah shalat isya dan tarawih di Selasar Barat.Penyampaiannya yang ringan didengar namun berbobot membuat jamaah betah dalam siraman rohani selama satu jam ini. Ust. Ardhy Surya Nugraha sudah berpengalaman dan memang bergelut dalam dunia dakwah terkhusus untuk target para remaja. Ustadz yang sepintas mirip Almarhum Uje ini merupakan aktivis dakwah DUGEM yakni singkatan dari Dakwah Untuk Generasi Muda.

 

 

Screening Film #1 : An Inconvenient Truth

Rangkaian rutin pertama pada acara Ramadhan di Fisipol kali ini yakni screening film bertemakan lingkungan yang dipantik oleh Dosen Sosiologi UGM, yakni bapak Suharko dan alumni Fisipol UGM, Kang Asep. Para pemantik diskusi sangat mengapresiasi panitia dan peserta screening film yang hadir karena menurut pandangannya sangat jarang pada masa ini ketertarikan remaja untuk mengkaji Islam dan Lingkungan. Screening Film ini merupakan salah satu contoh dakwah kreatif yang coba diimplementasikan oleh panitia Ramadhan di Fisipol.

 

 

Kajian Islam #1 : Peran Pemuda dalam Kemajuan Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat

Ust. Deden Anjar yang terkenal dengan kedekatannya dengan kaum muda memberikan motivasi dan sudut pandang Islam dalam memanfaatkan diri untuk berkontribusi untuk agama, bangsa dan negara. Ustadz tersohor di Kota Jogja ini mampu menarik massa untuk datang pada kajian ini. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2017 bertempat di Selasar Timur Fisipol, tepat di sebelah Mushola Syariah Mandiri Fisipol.

 

 

 Bedah Buku #1 : Dibalik Runtuhnya Turki Ustmani

Buku yang merupakan pembukuan tesis sang penulis ini pun sangat menarik minat massa untuk hadir. Pendekatan sejarah yang digunakan membukakan wawasan baru untuk peserta terkait runtuhnya kekhalifahan Islam terakhir pada abad 19 tersebut. Selain faktor “diri”, dalam bukunya dijelaskan terdapat pihak luar yang memang berusaha untuk meruntuhkan kekhalifahan tersebut dan menyuguhkan konsepsi mengenai kenegaraan yang baru. Penulis tersebut sama dengan pembicara Kajian pada hari sebelumnya yakni Ust. Deden Anjar.

 

 

Diskusi Lintas Agama : Puasa – Ragam Perspektif Keagamaan

Acara yang lahir dari kerjasama panitia Ramadhan di Fisipol dengan Dewan Mahasiswa Fisipol UGM ini berusaha mengakomodir kebiasaan mahasiswa Fisipol yang identik dengan diskusi, dialog dan dialektika. Tema yang diangkat disesuaikan dengan suasana Ramadhan yakni mengenai berpuasa dalam berbagai perspektif. Terdapat tiga perspektif yang dibawa dalam diskusi inim yakni perspektif Islam, Katolik dan Sosiologi Agama. Romo In Nugroho mewakili perspektif Katolik, kemudian pada perspektif Islam terdapat Dr. Muhammad Najib Azca yang juga merupakan dosen Sosiologi UGM serta Drs.Andreas yang mewakili perspektif Sosiologi Agama. Peserta pada acara ini membludak dan komunikasi dua arah berjalan dengan lancar.

Bedah Buku #2 : Islam Kiri : Melawan Kapitalisme Modal dari Wacana Menuju Gerakan

Bedah buku yang kedua ini menghadirkan tokoh Social Movement Institute yakni mas Eko Prasetyo. Dari sekian banyak buku yang ditulisnya, buku ini menjadi pilihan untuk dibedah pada tanggal 5 Juni 2017 tersebut. Diskusi mengenai apa itu dan bagaimana Islam kiri menambah khazanah pengetahuan tentang luasnya keilmuan Islam. Islam sebagai agama pembebasan ialah poin penting dalam hal ini. Mas Eko Prasetyo menegaskan bahwa ajaran agama Islam selain terkait dengan hal vertikal dengan Tuhan, Islam pun harus memerhatikan dan berjuang dalam hubungan horizontal sesama manusia.

 

Kajian Islam #2 : Merajut Ukhuwah, Raih Perdamaian Dunia. Wujudkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin.

Pada kajian 6 Juni 2017 ini yang menjadikannya spesial yakni pembicara yang diundang langsung dari Timur Tengah, yakni dari Yaman. Beliau menjelaskan tentang berbagai macam ukhuwah, mengapa harus berukhuwah dan konsepsi ukhuwah dalam Islam. Ditemani seorang translator, beliau menyampaikan kuliah selama kurang lebih satu jam. Kajian semakin menarik ketika sesi tanya jawab. Pertanyaan yang didiskusikan tidak mengenai konsepsi ukhuwah yang dibahas pada sebelumnya namun pertanyaannya sampai pada tahap implementatif hingga sampai pada pembahasan masalah politik internasional yang terjadi di Timur Tengah.

 

Screening Film #2 : Kubur Kabar Kabur

LPPM Sintesa menjadi mitra dalam acara screening film kali ini. Sudut pandang jurnalistik dinilai sangat sesuai karena pembahasan film yang diproduksi oleh Watchdoc ini membahas mengenai hiruk pikuk dalam dunia jurnalistik. Diskusi seputar jurnalistik mulai dari keberpihakan media hingga pembahasan partai politik yang lahir dari pemilik media menjadi bumbu manis tersendiri sebelum berbuka puasa bersama.

 

 

 

Grand Closing Ramadhan di Fisipol 1438 H : Tabligh Akbar dan Fisipol Bershalawat 

Pada kesempatan penutup rangkaian event Ramadhan di Fisipol 1438 Hijriah ini, Prof. Purwo Santoso menyediakan waktunya untuk berbagi dalam Tabligh Akbar sebelum keberangkatannya ke tanah suci. Tema yang dibawakannya yakni Spirit Persatuan Islam, Meraup Al-Kautsar dengan Semangat Kolaboratif untuk Kemajuan Bangsa. Beliau merupakan Guru Besar Fisipol UGM, dosen Departemen Politik dan Pemerintahan UGM, serta Rektor Universitas Nahdatul Ulama Yogyakarta.

Pemberian sertifikat terimakasih kepada pembicara Grand Closing, Prof. Purwo Santoso

Pemberian sertifikat terimakasih kepada pembicara Grand Closing, Prof. Purwo Santoso

Salah satu gagasan yang disebarkannya dalam Tabligh Akbar tersebut yakni penegasan untuk mendalami esensial dari setiap simbol yang kita bawa dan perjuangkan. “Jangan terjebak pada simbolik” tegasnya. Esensial lah yang akan membawa suatu perubahan dalam masyarakat. Keilmuan seorang mahasiswa diperlukan untuk memperbaiki dan mengembangkan kondisi sosial politik dalam masyarakat. Sebagai penutup rangkaian acara Ramadhan di Fisipol, buka bersama spesial kembali dihadirkan pada event ini. Takjil ala Korea disediakan oleh UKM Cears, yakni UKM Studi Kawasan Asia Timur. Bingsoo, takjil yang dibagikan oleh teman-teman panitia diiringi oleh gema shalawat kawan-kawan Manunggaling Rebana UGM. Banyak feedback yang didapatkan dari peserta yang hadir yang insyaAllah akan bermanfaat untuk penyelenggaraan Ramadhan di Fisipol di tahun berikutnya. Akhirnya acara di Selasar Barat ini ditutup dengan shalat maghrib, isya dan tarawih berjamaah.

TERIMAKASIH RAMADHAN DI FISIPOL 1438 HIJRIAH !

Foto bersama seluruh panitia RDF 1438 H

Foto bersama seluruh panitia RDF 1438 H

Memimpin forum evaluasi panitia RDF

Memimpin forum evaluasi panitia RDF

Foto Bersama Panitia RDF - bagian mahasiswa Fisipol 2016

Foto Bersama Panitia RDF – mahasiswa Fisipol 2016

 

 

 

 

 

 

 

 

*Penulis merupakan mahasiswa Departemen Politik dan Pemerintahan, Fisipol UGM 2016

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *