Perluasan Makna Keluarga 2


Muhammad Fawwaz Rifasya | Purworejo, Jawa Tengah

Kader Surau UGM

Gambar : Mahasiswa Penerima Beasiswa Kader Surau UGM dari Yayasan Baitul Maal BRI

Mandiri secara finansial pada mulanya yang menjadi satu-satunya motor dalam hati untuk terus berikhtiar. Melatih manajerial diri hingga ingin meringankan beban keluarga di kampung halaman sana selalu menjadi cambuk pelecut untuk terus bergerak mewujudkannya. Hingga akhirnya pada satu massa, kesempatan mewujudkannya terbuka. Niat hati mengajukan diri namun ragu. Akhirnya langkah jemari terhenti pada lelahnya dia berlari dalam selembar tautan dalam pranala. Aku menyerah pada pesimistik. Sang penyakit akut yang ditopengi kata realistis.

Bersyukur pada illah yang menerjunkan insan penebar kebaikan untuk bertugas dalam skenario hidup yang hanya persinggahan ini. Rekomendasi yang diberikannya tak akan berguna apabila tak dibaluti motivasi. Karena permasalahan yang hadir ada pada keyakinan diri, bukan fakir eksistensi. Aksara berbadan api dilahirkan dari lisannya, tak hanya membakar namun memberikan cahaya nan menghangatkan.

Restu dari dua malaikat Tuhan yang hidup dalam wadah manusia menjadi penentu langkah tuk wujudkan asa. Tak hanya pada muka, kadang mereka memohon dan meminta untukku pada sang Kuasa tuk meluruskan asa dengan realita. Merekalah kunci pembentuk kebijakan, karena suaraNya sejalan dengan restunya.

Tak kusangka asa bertranformasi menjadi realita. Pesimistik telah hancur dengan hidupnya realitas yang bukan sekedar topeng. Dua belas insan pemilik asa dengan alur cerita berbeda akhirnya duduk bersama mengemban amanah ummat yang dititipkan melalui badan yang dipercayanya. Benar-benar ummat. Bukan kata dalam retorika. Mekanisme evaluasi hingga tebang insan menjadi simbol keseriusan melayani ummat. Mekanisme yang tak mengenal waktu, bisa saja sebulan, sepekan atau besok bahkan nanti setelah syuruq.

Mahasiswa Penerima Beasiswa Kader Surau UGM sedang melaksanakan kegiatan TPQ di Jetisharjo Kalicode, Yogyakarta

Mahasiswa Penerima Beasiswa Kader Surau UGM sedang melaksanakan kegiatan TPQ di Jetisharjo Kalicode, Yogyakarta (24/12)

Dua belas insan duduk bersama. Berdiskusi bagaimana melayani ummat dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunanNya agar Rumah Layanan Ummat tak sekedar tempat bersinggah dan mati dalam ranah simbolik nama.

Capaian tinggi dengan alur pikir pragmatis pernah duduk bertamu dalam diskusi. “Permisi, mas-mas semua ini yang nyaman ya duduk di menara gading. Saya izin mengundang teman saya si realita. Berdasarkan pengalaman saya, dia akan membenturkan diri pada menara tempat duduk mas-mas ini semua,” ujar sang pragmatis.

Menyesal? Tidak. Itu pembelajaran kami. Memang perlu hal-hal empiris untuk memercayai. Dengan diskusi-diskusi tersebut lah, kerekatan kami mulai tumbuh. Dengan dinamika tiap malam itu lah, kami mulai saling paham. Dengan teriakan-teriakan gagasan dan saling mengkoreksi itulah kekeluargaan kami terbentuk. Proses ini menjadi momentum kami memperluas definisi kekeluargaan.

Dua belas insan pemilik harapan. Tak sempurna memang. Langkah yang kadang sudah dilempar, sebelum berpijak masih terdapat jegalan-jegalan termasuk dari pikir sendiri.

Dua belas insan pengharap rahmat Tuhan. Selagi memberikan harus tetap mengisi. Selagi berkontribusi harus pandai bagi diri.

Salam kenal dari kami, dua belas insan yang bermimpi dan berikhtiar dalam kebermanfaatan.

Purworejo, 28 Desember 2017

Dalam safar yang tidak direncanakan namun berorientasi keceriaan,

Muhammad Fawwaz Rifasya.

Satu dari dua belas insan Kader Surau UGM.

________________________________________________________________________________

Jazakumullah khairan insan-insan inspiratif :
Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia – motivator ulung pemantik bara dalam dada

Fathin Naufal Nur Islam  – mudarris prestatif dan inovatif, cambuk untuk terus berkarya

Kader Surau UGM – sebelas insan konseptor tangguh yang sedang berikhtiar menjadi implementator 😀


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Perluasan Makna Keluarga

  • Iqbal sazali

    Subhanallah. Tulisan mu bagus sekali mas, salam kenal mas saya Iqbal Sazali @KS Unsyiah dr Aceh
    Izin share mas ya😀😀😀

    • Fawwaz Post author

      Wah sangat senang tulisan asal-asalan ini dibaca sampe Kader Surau angkatan ke 3, dari Aceh pula 😀
      silakan bang, be male male 😀 hehe